Sebuah penyelidikan mendalam tentang manfaat sunat untuk menghalau virus AIDS mengonfirmasi bahwa pemotongan kulup sangat mengurangi risiko infeksi HIV bagi pria.
Hal tersebut diungkap oleh sebuah tim yang dipimpin oleh peneliti Prancis Bertran Auvert, yang penelitian sebelumnya, diungkap pada 2006, membantu melancarkan kampanye sunat di Afrika sub-Sahara yang dilanda AIDS.
Tiga uji coba besar yang berlangsung di Afrika Selatan, Kenya dan Uganda untuk menguji efektivitas sunat dalam mencegah infeksi akibat virus (HIV) yang menyebabkan AIDS.
Data awal menunjukkan penurunan risiko hingga 50 persen, sebuah perkiraan yang kemudian ditingkatkan menjadi 65-76 persen, menurut lokasi tersebut.
Tim Auvert itu kembali ke Orange Farm, perkampungan Afrika Selatan lokasi percobaan pertama berlangsung pada 2002 dan 2005, dalam rangka untuk melaksanakan survei lebih lanjut.
Mereka meminta lebih dari 3.300 pria untuk diuji HIV dan memberikan rincian tentang perilaku seksual mereka.
Jumlah pasangan hubungan seks dan penggunaan kondom sama, baik pada pria disunat atau tidak, ungkap hasil penyelidikan tersebut.
Namun risiko infeksi HIV sebesar 57-61 persen lebih rendah di antara mereka yang sudah disunat.
Tanpa sunat, prevalensi HIV di masyarakat akan menjadi 19 persen lebih tinggi.
Temuan ini "memberikan harapan bahwa epidemi dapat dikurangi di negara (Afrika sub –Sahara) lokasi kebanyakan pria tidak disunat," kata studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine. (ant/Szii)
Hal tersebut diungkap oleh sebuah tim yang dipimpin oleh peneliti Prancis Bertran Auvert, yang penelitian sebelumnya, diungkap pada 2006, membantu melancarkan kampanye sunat di Afrika sub-Sahara yang dilanda AIDS.
Tiga uji coba besar yang berlangsung di Afrika Selatan, Kenya dan Uganda untuk menguji efektivitas sunat dalam mencegah infeksi akibat virus (HIV) yang menyebabkan AIDS.
Data awal menunjukkan penurunan risiko hingga 50 persen, sebuah perkiraan yang kemudian ditingkatkan menjadi 65-76 persen, menurut lokasi tersebut.
Tim Auvert itu kembali ke Orange Farm, perkampungan Afrika Selatan lokasi percobaan pertama berlangsung pada 2002 dan 2005, dalam rangka untuk melaksanakan survei lebih lanjut.
Mereka meminta lebih dari 3.300 pria untuk diuji HIV dan memberikan rincian tentang perilaku seksual mereka.
Jumlah pasangan hubungan seks dan penggunaan kondom sama, baik pada pria disunat atau tidak, ungkap hasil penyelidikan tersebut.
Namun risiko infeksi HIV sebesar 57-61 persen lebih rendah di antara mereka yang sudah disunat.
Tanpa sunat, prevalensi HIV di masyarakat akan menjadi 19 persen lebih tinggi.
Temuan ini "memberikan harapan bahwa epidemi dapat dikurangi di negara (Afrika sub –Sahara) lokasi kebanyakan pria tidak disunat," kata studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine. (ant/Szii)