- Tempat Nongkrong Para GIRILAYA mania -


You are not connected. Please login or register

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

girilayabot

girilayabot
Spammer
Spammer
Salah satu film sci-fi yang ditunggu di tahun 2014, Godzilla akhirnya hadir di layar lebar Indonesia sejak beberapa hari yang lalu. Setelah bosan hanya bisa menyaksikan punggung si monster raksasa tersebut, Godzilla kini berani menampakan dirinya dengan sosok yang lebih gahar.

Diceritakan seorang peneliti sekaligus pemilik pabrik pertambangan uranium Joe Brody (Bryan Cranston) mendapatkan temuan yang mencurigakan tentang adanya gempa tektonik yang terjadi disekitar lokasi pabriknya di daerah Janjira, Jepang.

Gempa yang tidak diketahui asal-usulnya itu, kemudian membunuh sang isteri yang juga bekerja sebagai seorang peneliti di pabrik miliknya dalam sebuah kecelakaan besar yang mengakibatkan lokasi tersebut dikarantina oleh pemerintah Jepang.

15 tahun berlalu, Joe masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di pabriknya dahulu. Hingga akhirnya, ia bersama putranya sendiri, Ford Brody (Aaron Taylor-Johnson) yang tengah libur dari tugasnya sebagai anggota penjinak bom di militer Amerika Serikat menemukan sesosok makhluk yang mengerikan.

Di sebuah momen, Joe dan Ford mau tak mau harus bergabung dengan tim penyidik yang dipimpin seorang ahli asal Jepang, Serizawa dan mencari solusi dari amukan makhluk yang lepas dari pusat pengamatan mereka.

Lepas pantai Hawaii dan San Fransisco kemudian jadi lokasi munculnya monster legendaris yang dalam bahasa Jepang disebut sebagai Gojira itu. Masyarakat pun terpaksa harus menyelematkan diri mereka dari para monster raksasa jika masih ingin bertahan hidup.

Di edisi Hollywood keduanya, ‘Godzilla’ yang disutradarai Gareth Edwards ini masih memberikan tanda tanya besar bagi penonton sejak pertama film diputar. Penampakan sosoknya yang muncul ditengah-tengah film sebenarnya sudah cukup menjadi ‘klimaks mini’ dari keseluruhan cerita yang disajikan.

Penempatan plot yang tidak terlalu rumit bisa dikatakan cukup memukau dari segi cerita. Masa-masa pengenalan soal sejarah Godzilla dapat dipahami dengan mudah, hingga konflik-konflik kecil yang memancing adegan berikutnya.

Sekilas, adegan pertempuran antara monster-monster raksasa dengan latar belakang gedung pencakar langit yang tingginya hampir sama itu mengingatkan akan aksi superhero Jepang yang selalu menggunakan studio dan kostum karet di film-film mereka.

Soal teknologi, kualitas Hollywood memang tidak perlu diragukan lagi. ‘Godzilla’ edisi 2014 ini benar-benar tampil dalam balutan efek yang luar biasa canggih. Dan jika bosan dengan adegan perkelahian para monster, menikamti efek grafis yang dihadirkan di film ini juga bisa menjadi alternatif.

Well, meski terbilang tidak terlalu mengesankan, Godzilla bisa menjadi pilihan lain buat kamu yang enggan menyaksikan petualangan manusia laba-laba konyol di ruang teater sebelah. Selamat menonton, Dreamers! ^^ (Syf)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

 

pagerank analyzerW3 Directory - the World Wide Web Directory

© 2014 Copyright Girilaya Real Groups - All Rights Reserved | Back to Top