- Tempat Nongkrong Para GIRILAYA mania -


You are not connected. Please login or register

Destiara Talita Caleg PKPI Cirebon

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

girilayabot

girilayabot
Spammer
Spammer

Calon anggota legislatif seksi Destiara Talita [Destiya Purna Panca] meminta Pemerintah Daerah dan Badan Pengawas Pemilihan Umum bertindak tegas. Dua lembaga itu diminta mencopot atribut kampanye yang dipaku di batang pohon alias 'caleg penunggu pohon'.
Destiara Talita Caleg PKPI Cirebon Destiara%2BTalita-04
“Pemda maupun Bawaslu harus mencopot atribut caleg yang dipaku di pohon,” kata Destiara saat berbibcang dengan detikcom, Senin (10/2).

Perempuan yang menjadi caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu secara tegas menolak pemasangan atribut kampanye dengan memaku di pohon. Apalagi memajang poster kampanye di pohon jelas melanggar peraturan KPU nomor 1 Tahun 2013.

Dalam Peraturan KPU No 1 Tahun 2013 tentang pedoman pembatasan kampanye yang telah direvisi menyebut bahwa, atribut kampanye harus ditempel di tiang yang disediakan sendiri oleh partai atau caleg tersebut.

Destiara sendiri mengaku juga membuat spanduk dan baliho untuk kampanye. Beberapa spanduk dan poster dia buat bersama dengan calon legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Namun kepada tim suksesnya Destiara berpesan agar tidak memasang atribut kampanye di pohon.
Destiara Talita Caleg PKPI Cirebon Destiara%2BTalita-02
“Kebanyakan dipasangnya kami bikin tiang bambu sendiri. Di tempel di pagar rumah mungkin, tapi izin sama orangnya juga,” kata perempuan kelahiran 23 Desember 1988 ini.

Sementara Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebut banyak pelanggaran yang dilakukan caleg terkait pemasangan alat peraga. Namun menurut anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak, pihaknya masih belum mendapat angka resmi terkait jumlah pelaporan dari masyarakat.

“Kalau di seluruh Indonesia banyak, tapi kalau di Jakarta ini belum ada laporan, saya belum tahu (pastinya). Tapi ini kan kebanyakan soal alat peraga kampanye, dan kalau kita hitung itu banyak sekali bisa ribuan dalam satu kota,” kata Nelson Simanjutak kepada detikcom akhir pekan lalu.

Dia beralasan, karena itulah pihaknya tak lagi mencatat jumlah pelanggaran tapi langsung menurunkan atribut yang melaanggar aturan. “Biasanya langsung dibersihkan di bawah. Ada banyak yang sudah kita turunkan, bahkan sampai kemarin itu ada Panwas yang diancam dengan golok karena menurunkan peraga alat peraga itu,” ujarnya.

Sejumlah pelanggaran oleh peserta Pemilu 2014 terekam oleh MataMassa, sebuah aplikasi pemantauan pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden 2014 untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sejak diluncurkan Aliansi Jurnalis Independen Jakarta pada November silam, sudah ada ratusan laporan pelanggaran kampanye yang “diadukan” masyarakat dalam program ini, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Destiara Talita Caleg PKPI Cirebon Foto-caleg-seksi-Destiara-Talita
Ketua AJI Jakarta, Umar Idris mengatakan pada periode 1 Januari – 4 Februari, laporan masyarakat yang sudah terverifikasi mencapai 295 kasus. Jumlah itu tersebar dari Jakarta 125 dugaan kasus, Depok 100 dugaan, Tangerang 55 dugaan, Bekasi 8 dugaan, Bogor 7 dugaan.

Kasus pelanggaran terbanyak dilaporkan adalah pemasangan alat peraga di lokasi yang tidak sesuai ketentuan.

“Misalnya di halte, di tempat ibadah dan di pohon. Menurut (peraturan) KPU tidak boleh tapi caleg dan parpol, seperti yang kita lihat, suka sekali memasang (alat peraga kampanye) di pohon,” kata Umar di Jakarta Jumat (7/2) pekan lalu.



Terakhir diubah oleh girilayabot tanggal Tue 04 Mar 2014, 12:16, total 2 kali diubah

Share this post on: reddit

girilayabot

Post Sun 23 Feb 2014, 22:46 by girilayabot

Destiara Talita model seksi majalah dewasa sudah masuk resmi Daftar Caleg Tetap (DCT) Pemilu 2014 dari PKPI dengan Nomor urut 6. Statusnya sebagai calon wakil rakyat tidak menghalangi model bernama asli Destiya Purna Panca ini muncul dengan pose seksi di kalender tahun 2014 terbitan majalah pria dewasa Popular.

Namun itu bukan halangan bagi model cantik bernama asli Destiya Purna Panca ini untuk terus memposting foto seksi di twitter.

Destiara yang menyadari pencalegannya sudah terungkap media pun memberikan sedikit komentarnya. "Gilling," demikian tweetnya.

Siang ini Destiara masih memposting foto-foto seksinya di twitter. Ia juga mengajak followernya menengok website resmi sebuah majalah pria dewasa yang menempatkannya sebagai salah satu finalis BabesFromNet (BFN 2013).

Ada sedikit kutipan dalam laman itu. Antara lain pengakuan Destiara yang peduli dunia sosial. "Aku nggak suka serial televisi, sinetron. Lebih suka nonton berita aktual soal kondisi sosial," kata Destiara seperti dikutip detikcom dari laman twitternya, Selasa (21/1/2014).

Destiara yang akrab disapa Tata itu memang salah satu finalis BabesFromNet (BFN 2013) di majalah tersebut. Dara manis kelahiran 23 Desember 1988 ini mengaku mengawali karier di bidang modeling sejak tahun 2011 lalu. Dia sudah jadi model berbagai majalah dewasa seperti FHM dan Popular.

Dalam laman profil dirinya itu Destiara juga mengaku gemar memantau perkembangan politik. Wajar saja, saat ini dirinya sudah jadi salah satu calon anggota DPR.

"Aku juga lebih suka nonton tentang berita-berita politik, apalagi berita-berita tentang kasus korupsi yang rame banget. Itu lebih seru daripada infotainment dan gosip-gosip artis," katanya.

Di website KPU, Destiya Purna Panca telah terdaftar sebagai caleg nomor urut 6 dari dapil Jabar VIII. Daerah pemilihan ini meliputi Kabupateng Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cirebon.

girilayabot

Post Tue 04 Mar 2014, 12:08 by girilayabot

Dua artis seksi yaitu Camel Petir dan Destiara Talita diterima sebagai caleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Show off? Ini bantahan pihak PKPI.

Selain memunculkan dua artis seksi tersebut, ada caleg PKPI yang berkampanye menggunakan bra. Alhasil, partai besutan Sutiyoso ini dituding sengaja menampilkan mereka demi mendongkrak suara.
Destiara Talita Caleg PKPI Cirebon Xlarge_FEB_pemilu2014_caleg_artis_bagi_pkpi_merdekadotcom
Menyikapi hal ini, Rully Soekarta, Wakil Sekretaris Jenderal PKPI kepada Nefosnews mengatakan, bahwa semua hal itu tidak benar adanya. Dia menilai bahwa media yang melakukan show off, bukan partai.

“Sekarang kita cuma punya dua artis, partai lain gimana? Di partai sekarang yang besar, ada gak artis yang sekarang di DPR pernah main film hot pada tahunnya dulu? Itu lebih parah dari kita. Kita cuma punya dua, terus show off nya apa? Gak pernah show off kok. Semua yang show off itu media,” tandas Rully ketika ditemui di kantor PKPI (27/2/2014).

Sebaliknya, Rully justru mengkritik media, bahwa media sekarang banyak mempengaruhi keadaan bangsa ini. Media, menurutnya, tidak berperan untuk kepentingan bangsa dan mencerdaskan bangsa.

Menurutnya, kebetulan dua caleg PKPI yaitu Camel Petir dan Destiara Talita adalah artis dan model. Dan keduanya sudah melalui proses seleksi yang ketat sebelum lolos menjadi caleg PKPI. “Itu semua media yang besar-besarkan,” imbuhnya.

“Kalau kita justru memberikan pembekalan supaya waktu mereka (Camel dan Destiara ) duduk, tahu apa kewajibannya dan dia lolos screening secara pribadi. Sekarang, kalau kita menyalahkan profesi, kan bukan artis saja. Ada yang bekas guru, ada yang bekas dosen, pensiunan tentara, pensiunan pegawai negeri. Nah, ini lucu kenapa yang disorotinya selalu artisnya saja kenapa tidak profesi lain? Pengangguran misalnya, banyak sekali yang masuk sekarang pengangguran,” tutupnya.

Apa yang dikatakan Rully cukup beralasan. Sebab, contohnya, Nurul Arifin, yang pernah menjadi bintang seksi di masa mudanya ternyata berhasil menjadi seorang caleg yang berkualitas. Artis itu hanya profesi, karena yang terpenting adalah kualitas sebagai caleg. Dan Nurul Arifin membuktikan itu. (muhammad isa)

sumber:

Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik

 

pagerank analyzerW3 Directory - the World Wide Web Directory

© 2014 Copyright Girilaya Real Groups - All Rights Reserved | Back to Top